Update COVID-19 Lampung, 2 Pasien Meninggal, Bayi Baru Lahir Positif

Enam kasus positif di Lampung Utara jadi klaster keluarga

Bandar Lampung, IDN Times – Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat ada penambahan tiga kasus baru pasien terkonfirmasi positif COVID-19, Senin (7/9/2020). Adanya kasus baru ini total keseluruhan pasien positif COVID-19 di provinsi setempat mencapai 455 kasus.

Sedangkan kasus suspek merujuk periode terlapor ada penambahan empat kasus baru dan 7 pasien dalam pantauan. Secara keseluruhan total kasus suspek ada 11 kasus. Merujuk jumlah pasien positif COVID-19 yang mencapai 455 kasus, dari total itu tercatat pasien meninggal dunia 21 orang.

1. Kabupaten Lampung Utara sumbang tujuh kasus positif

Update COVID-19 Lampung, 2 Pasien Meninggal, Bayi Baru Lahir Positifunsplash.com/United Nations COVID-19 Response

Kabupaten Lampung Utara mencatat, ada penambahan tujuh kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Ketua Sekretariat Posko COVID-19 Lampung Utara, Sanny Lumi, menerangkan, dari total tujuh kasus tersebut, satu pasien dinyatakan meninggal sebelum hasil tes swab keluar dan dinyatakan positif.

Pasien yang meninggal dunia warga Kecamatan Kotabumi. Tercatat, pasien itu meninggal 2 September lalu. Pasien itu mengalami gejala mengarah pada COVID-19.

“Pasien ini terpapar COVID-19 sesuai hasil tes swab pada 5 September. Sebelum meninggal, ia memiliki riwayat perjalanan ke Bandar Lampung. Tak lama setelahnya, ia merasakan sesak napas, lemas, batuk, dan nyeri tenggorokan seminggu sebelum masuk rumah sakit,” papar Sanny.

2. Enam anggota keluarga di Lampung Utara positif COVID-19, bayi baru lahir positif

Update COVID-19 Lampung, 2 Pasien Meninggal, Bayi Baru Lahir PositifBahaya Klaster Keluarga (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain satu pasien meninggal dunia, enam kasus baru lainnya di Lampung Utara, merupakan satu keluarga yang berasal dari Kecamatan Abung Barat. Mereka merupakan keluarga dari seorang ibu muda yang telah lebih dulu dinyatakan positif COVID-19.

Dari keenam warga itu, dua di antaranya berusia tiga dan empat tahun dengan jenis kelamin laki–laki. ‎Lainnya berumur delapan tahun dengan jenis kelamin laki– laki, perempuan (55), perempuan (35), laki–laki (36).

“Mereka ini keluarga dari ibu muda yang pulang ke Abung Barat untuk melahirkan. Ibu muda ini diketahui baru pulang dari Jakarta. Belakangan diketahui bahwa bayi yang dikandung oleh ibu itu juga positif terpapar SARS COV-2 setelah dilahirkan," terang Sunny.

Baca Juga: Ironi Pilu COVID-19, Nakes Terus Berguguran karena APD Minim dan Letih

3. Dua warga Kota Bandar Lampung meninggal dunia

Update COVID-19 Lampung, 2 Pasien Meninggal, Bayi Baru Lahir PositifIlustrasi pemakaman jenazah COVID-19 (ANTARA FOTO/Jojon)

Kasus kematian warga karena positif COVID-19 juga terjadi di Kota Bandar Lampung. Pasien yang meninggal ada dua orang masing-masing pada pukul 18.00 WIB dan 21.00 WIB.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandar Lampung, Ahmad Nurizki, menjelaskan, pasien yang meninggal berasal dari Kecamatan Telukbetung Timur (TBT) seorang perempuan berusia 46 tahun. Pasien lainnya dari Kecamatan KemilIng pria berusia 58 tahun.

“Pasien positif wanita meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama enam hari di rumah sakit. Jadi yang bersangkutan awalnya datang ke rumah sakit dengan riwayat penyakit jantung dan lambung, setelah dirawat kurang lebih enam hari tidak ada kemajuan, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Minggu (6/9)," kata pria yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandar Lampung itu.

Saat pasien wanita itu di RSUDAM imbuhnya, melakukan swab tes pada hari itu juga yang hasilnya keluar pukul 17.00 WIB dengan konfirmasi positif. Satu jam setelahnya pasien meninggal dunia.

Pasien ini dikebumikan pada malam itu juga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kecamatan Telukbetung Utara dengan pemulasaran jenazah sesuai protokol COVID-19.  Sedangkan, untuk pasien COVID-19 pria yang meninggal dunia baru dikuburkan, Senin (7/9/2020) pagi di tempat pemakaman khusus COVID-19 di Umbul Kunci Kecamatan TBT.

"Untuk pasien laki-laki usia 58 tahun ini, istri yang bersangkutan juga ikut terpapar COVID-19 dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit," papar Rizky dilansir dari Antara.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran (tracing) kepada orang yang pernah berkontak erat dengan kedua pasien tersebut. Tercatat sampai saat ini pasien COVID-19 yang meninggal dunia di Bandar Lampung menjadi 13 kasus.

4. Dokter spesialis paru prihatin warga abai tak pakai masker

Update COVID-19 Lampung, 2 Pasien Meninggal, Bayi Baru Lahir PositifSeorang pria mengendarai sepeda membawa anak-anaknya melewati sebuah jalan ditengah mewabahnya virus corona (COVID-19), di Hanoi, Vietnam, Senin (27/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kham

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Lampung meminta kepada masyarakat untuk kembali disiplin menaati protokol kesehatan. Tujuannya, memutus mata rantai persebaran COVID-19 yang kasusnya meningkat di Provinsi Lampung.

"Saat ini pandemi COVID-19 belum usai, dan penambahan kasus COVID-19 terus terjadi terlebih lagi telah ada banyak sekali tenaga kesehatan yang gugur dalam tugas. t\Taat protokol kesehatan adalah hal utama yang harus dilakukan," kata dr. Pad Dilangga, Sp.P dilansir dari Antara.

Menurutnya, melihat situasi terkini masih terus terjadi penambahan kasus COVID-19, seharusnya masyarakat lebih peduli dengan kesehatan diri dan keluarga. "Saya prihatin teman-teman sejawat banyak yang gugur dalam tugas, seharusnya masyarakat memiliki empati kepada tenaga kesehatan dengan cara peduli akan kesehatan diri, dengan wajib menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.

Pad menambahkan, masyarakat peduli akan kesehatan pribadi dan keluarga melalui taat menggunakan masker dan menjaga jarak di masa adaptasi kebiasaan baru, diharapkan akan mengurangi risiko persebaran COVID-19. Selain menerapkan protokol kesehatan, masyarakat diharapkan untuk menunda terlebih dahulu rencana untuk bepergian keluar Provinsi Lampung. Itu merujuk kasus baru COVID-19 banyak didapati dari pelaku perjalanan.

5. Pemkot Bandar Lampung akan ajukan pinjaman Rp150 miliar

Update COVID-19 Lampung, 2 Pasien Meninggal, Bayi Baru Lahir PositifIlustrasi Uang Rp75000 (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Pemerintah Kota Bandar Lampung berencana mengajukan pinjaman Rp150 miliar ke Kementerian Keuangan. Tujuannya, untuk penanganan COVID-19 di kota setempat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN saat ditemui usai rapat paripurna DPRD Kota Bandar Lampung agenda penyampaian KUA dan PPAS Perubahan APBD Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2020, Senin (7/9/2020). Menurutnya, hal mendasar rencana pengajuan pinjaman tersebut ialah ketiadaan penambahan nominal APBD Perubahan 2020 pemerintah kota.

"Kita tidak memiliki penambahan (dana) dalam APBD Perubahan. Tapi, nominal di dalamnya ditata ulang, ada yang dikurangi dan ada pula yang ditambahkan seperti Dinas Sosial dan dinas kesehatan," terusnya.

Herman menambahkan, opsi peminjaman uang ke Kemenkeu selaras dengan kebijakan pusat melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program itu membuka peluang pemerintah daerah diizinkan meminjam uang ke pemerintah pusat.

Terkait rencana peminjaman uang itu, Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi, mengatakan, pihaknya saat ini mengkaji mekanisme, prosedur serta tata main dari pinjaman tersebut. "Tentunya kita lihat dulu aturannya seperti apa dan dipelajari. (Rencana) pinjaman itu suratnya belum sampai di DPRD," ujarnya.

Baca Juga: [BREAKING] Antoni Imam, Calon Wakil Bupati Lampung Selatan Positif COVID-19 

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya