Gegara Rokok, Karyawan Kafe di Lampung Timur Tewas Tersengat Listrik

- Mahendra Dwi Cahyo (19) ditemukan tewas akibat sengatan listrik di kafe di Lampung Timur.
- Korban terkena sengatan saat mencoba mengambil rokok yang tersangkut di atap bangunan menggunakan gagang sapu dan potongan besi.
- Proses evakuasi korban melibatkan warga, kepolisian, dan petugas PLN sebelum jenazahnya dimakamkan tanpa autopsi.
Lampung Timur, IDN Times – Seorang karyawan kafe di Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, ditemukan tewas diduga akibat sengatan listrik. Korban, Mahendra Dwi Cahyo (19), warga Desa Sribhawono, ditemukan tak bernyawa di lantai dua tempatnya bekerja.
"Identitas korban meninggal adalah Mahendra Dwi Cahyo, warga Desa Sribhawono," ujar Kapolsek Bandar Sribhawono AKP Syamsu Rizal saat dikonfirmasi, Rabu (7/8/2024).
1. Bermula saat korban hendak ambil rokok

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, peristiwa nahas ini terjadi saat Mahendra mencoba mengambil rokok yang tersangkut di atap bangunan menggunakan gagang sapu, Selasa (6/8/2024) sekitar pukul 22.00 WIB. Karena gagang sapu tidak cukup panjang, Mahendra menyambungnya dengan potongan besi.
"Di saat itulah, gagang sambungan besi tersebut diduga terkena kabel yang beraliran listrik dan menyengat korban," ungkap Syamsu Rizal.
2. Sempat hebohkan pengunjung kafe

Akibat insiden tersebut, Mahendra terkena sengatan listrik hingga terpental dan tergeletak tak berdaya. Korban diduga meninggal dunia di lokasi kejadian. Peristiwa ini sempat menghebohkan pengunjung kafe karena terdengar suara ledakan dan letupan api, yang mengakibatkan listrik di kafe tersebut padam.
"Beberapa rekan korban segera memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit, tetapi nyawa korban tidak dapat diselamatkan," tambahnya.
3. Keluarga korban tolak autopsi

Proses evakuasi korban melibatkan warga, kepolisian, dan petugas PLN setempat sebelum akhirnya korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sesuai permintaan keluarga, jenazah Mahendra tidak diotopsi dan segera dimakamkan.
"Atas permohonan pihak keluarga, jenazah korban tidak dilakukan proses autopsi, karena akan segera dilakukan proses pemakaman," tandas Kapolsek.



















