TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Alasan Hubungan Tanpa Status Justru Jadi Arti Cinta Sesungguhnya!

Gantung, tapi tandanya salah satu cintanya murni

ilustrasi pasangan (pixabay.com/Huynhly024)

Pernahkah kamu merasa terjebak dalam hubungan yang tidak memberimu status? Tapi, untuk meninggalkannya, rasanya sangat sayang.

Karena mungkin pribadinya memang kamu suka dan cocok secara jiwa dengannya. Dia pun tidak bersama yang lain, hanya saja kamu dan dirinya tidak memiliki status yang jelas. 

Situasi ini sering disebut sebagai hubungan tanpa status. Hubungan yang tak memiliki deskripsi resmi tentang jenis hubunganmu dengannya. Namun, justru situasi ini disebut sebagai tingkat cinta yang paling tinggi, lho. Kenapa? Simak pembahasannya. 

1. Cinta sesungguhnya tak mengharapkan balasan

ilustrasi pasangan (pixabay.com/3324014)

Cinta yang murni ternyata tidak mengharapkan balasan dari orang yang dicintainya. Ketika kamu mengharapkan kalau mencintai harus juga dicintai, itu sama saja dengan bentuk keegoisan. Ketika kamu benar mencintai seseorang, semua yang dilakukan pastinya lahir dari hati.

Begitu pun dalam hubungan. Ketika kamu memberikan perhatian, hadiah, bahkan waktu, kalau kamu benar-benar cinta dia itu tak akan kamu harapkan balasannya. Terkesan bodoh, memang.

Namun bukankah itu juga jadi cinta yang dibahas dalam agama mana pun, bahwa tak boleh mengharap balas ketika berbuat baik?

Baca Juga: 5 Zodiak Mudah Tergoda Balikan ke Mantan Pacar, Susah Move On?

2. Cinta yang baik tidak mengekang namun membebaskan 

ilustrasi pertemanan (pixabay.com/gracinistudios)

Pacaran dan menikah adalah sebuah status. Pada nyatanya, walau sudah menikah dan memiliki aktanya, dia bukan milikmu seratus persen.

Semakin kamu mendekap pasangan dan tak membiarkan dia bertindak sesuka hati, maka itu malah akan membuat dia memilih untuk pergi karena ingin bebas.

Jika dalam hubungan malah membuatmu tidak bisa melakukan apa-apa, berarti pasangan tidak tulus dalam mencintai. Dia hanya terobsesi untuk memiliki, bukan mencintai. Sehingga dalam hubungan tanpa status, kamu tak harus terkekang dan menutup hubungan dengan lingkungan sosial. 

3. Berkorban tidak ada dalam kamus hubungannya

ilustrasi pasangan (pixabay.com/StockSnap)

Saat orang berteriak sakit saat merasa di-PHP gebetan dengan alasan sudah berkorban meluangkan waktu untuk dia, uang, tenaga, dan lainnya, di hubungan tanpa status dimana kamu memilih bertahan, itu bukan pengorbanan. Melainkan sebuah hal yang sudah dianggap wajar dilakukan. 

Orang yang tulus mencintai tak akan menganggap menjemput, nraktir, dan mendengarkan curhat gebetan itu adalah pengorbanan. Karena itu semua dilakukan karena kesenangan hatinya sendiri. Tapi jika kamu mengharapkan semua itu berbalas, itu berarti kamu ada maunya dan tidak tulus. 

4. Memiliki keyakinan akan cinta itu sendiri

ilustrasi remaja (pixabay.com/pintoff)

Jika kamu benar mencintai seseorang, maka dirimu pasti tak perlu didikte untuk melakukan sesuatu, termasuk dalam mencintai. Apakah bisa membuka hati orang yang memang tidak cocok denganmu? Pasti akan sulit sekali, bukan? Karena cinta itu sebenarnya bisa dirasakan sedari awal PDKT. 

Jika memang tidak cocok, sebaiknya jangan dipaksakan. Karena walau dia menerima, itu karena kasihan. Cinta karena kasihan tidak akan membuat dirimu bahagia. Oleh sebab itu, jangan pernah memaksa seseorang. Tapi yakin saja kalau dia memang cinta, maka dia pasti memilih berada di sampingmu. 

Baca Juga: 5 Cara Atasi Rasa Grogi Saat Bertemu Mantan Pacar, Gak Perlu Panik Ya!

Verified Writer

Laurensius Aldiron

Seorang pegawai kantoran pada umumnya, yang memilih menulis untuk mengeluarkan opini yang tak bisa disampaikan secara langsung..

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya