Comscore Tracker

Sudah Tahu? 7 Pepatah Bahasa Jawa Menganjurkan Tidak Berbuat Jahat

Maknanya sangat dalam #LokalIDN

Pepatah tak asing bagi masyarakat Indonesia. Pepatah sendiri sebenarnya tak hanya dalam bentuk bahasa Indonesia, melainkan juga bahasa daerah. Salah satu bahasa yang cukup banyak memiliki pepatah ialah bahasa Jawa.

Cukup banyak pepatah bahasa Jawa yang memiliki makna yang sangat dalam, termasuk menganjurkan seseorang agar tidak berbuat jahat. Kira-kira apa saja pepatah bahasa Jawa tersebut? Berikut daftarnya. 

1. Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake

Sudah Tahu? 7 Pepatah Bahasa Jawa Menganjurkan Tidak Berbuat JahatIlustrasi pria menyesal (unsplash.com/Francisco Moreno)

"Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake" merupakan pepatah yang memiliki pesan yang sangat dalam. Arti dari pepatah ini ialah seseorang yang menyebabkan sebuah keburukan atau kejahatan, maka seluruh kebaikannya akan terhapus atau dilupakan.

Memang, banyak orang yang hanya mengingat kejahatan seseorang daripada kebaikanya. Jadi, selalu pikirkan matang-matang perbuatan yang akan kamu perbuat, ya.

2. Becik ketitik, ala ketara

Sudah Tahu? 7 Pepatah Bahasa Jawa Menganjurkan Tidak Berbuat Jahatilustrasi pencuri(freepik.com/jcomp)

"Becik ketitik, ala ketara" merupakan salah satu pepatah bahasa Jawa yang paling populer di Indonesia. Arti dari pepatah Jawa ini ialah perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga.

Memang benar, sepintar-pintarnya kita menyembunyikan kejahatan, pastinya perbuatan kita akan terungkap pada waktunya. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harus menghindari untuk berbuat jahat, baik terhadap manusia maupun lingkungan alam. 

Baca Juga: Doa saat Dalam Kesulitan, Jangan Pernah Menyerah Ya

3. Dadiya banyu emoh nyawuk, dadiya godhong emoh nyuwek, dadiyo suket emoh nyenggut

Sudah Tahu? 7 Pepatah Bahasa Jawa Menganjurkan Tidak Berbuat Jahatilustrasi pasangan yang ngambek(freepik.com/pressfoto)

Apakah kamu pernah menemukan seseorang yang sangat jengkel terhadap seseorang sehingga tidak mau menyapa orang yang tidak disukainya lagi? Jika iya, pepatah Jawa "Dadiya banyu emoh nyawuk, dadiya godhong emoh nyuwek, dadiyo suket emoh nyenggut" merupakan pepatah yang sangat cocok untuk menggambarkan keadaan tersebut.

Biasanya seseorang sangat jengkel sehingga tak mau menyapa lagi karena orang yang tidak disukainya itu telah melakukan perbuatan yang tidak dapat dimaafkan, salah satunya melakukan perbuatan kejahatan. Pastinya tidak ada orang yang ingin dibenci seperti itu di di dunia ini. 

4. Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang

Sudah Tahu? 7 Pepatah Bahasa Jawa Menganjurkan Tidak Berbuat Jahatilustrasi suap(freepik.com/pressfoto)

"Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang" merupakan pepatah Bahasa Jawa yang memiliki arti perkara yang buruk lerap dianggap baik, sedangkan yang baik dianggap buruk. Memang, di dunia kerap ditemukan hal-hal seperti itu.

Misalnya, orang yang melakukan kerap ditutup-tutupi perbuatannya dan sedangkan orang yang bertugas menyelidiki suatu kasus korupsi malah kerap diancam keselamatannya. Lebih baik kita menyampaikan atau melaksanakan kebenaran walau itu pahit atau susah dilakukan, ya.

5. Pitik trondhol diumbar ing padaringan

Sudah Tahu? 7 Pepatah Bahasa Jawa Menganjurkan Tidak Berbuat Jahatilustrasi korupsi(freepik.com/master1305)

"Pitik trondhol diumbar ing padaringan" merupakan pepatah Bahasa Jawa yang dapat berkaitan dengan harta dan jabatan. Arti dari pepatah ini ialah orang yang diberi kepercayaan barang berharga, pada akhirnya hanya bisa menghabiskannya.

Pepatah ini juga dapat menyampaikan pesan seseorang yang berhasil mendapatkan jabatan tinggi, namun dia malah menyia-nyiakan jabatan tersebut akibat beberapa hal, termasuk jabatan. Inti dari pepatah tersebut ialah kita harus selalu menjaga amanah atas segala hal yang kita dapatkan. 

6. Tunggak jarak mrajak tunggak jati mati

Sudah Tahu? 7 Pepatah Bahasa Jawa Menganjurkan Tidak Berbuat Jahatilustrasi garis pembatas polisi(freepik.com/standret)

"Tunggak jarak mrajak tunggak jati mati" merupakan pepatah Bahasa Jawa yang berarti perkara jelek merajalela dan sedangkan perkara baik tinggal sedikit. Perkara jelek dalam pepatah tersebut dapat berarti kejahatan. Pastinya kita semua juga tak mau jika di dunia ini penuh dengan tindakan kejahatan atau kriminal. 

Nah, itu dia tujuh pepatah dalam Bahasa Jawa yang menganjurkan kita agar tidak berbuat kejahatan. Terbanyak cukup banyak pepatah Bahasa Jawa yang memiliki makna dan pesan yang mendalam ya. Semoga dapat menambah wawasan kamu artikel ini ya.

7. Kacang ora ninggal lanjaran

Sudah Tahu? 7 Pepatah Bahasa Jawa Menganjurkan Tidak Berbuat Jahatilustrasi ayah dan anak(freepik.com/prostooleh)

Setiap anak pastinya cenderung meniru perbuatan atau kelakuan orang tuanya. Hal tersebut digambarkan dalam sebuah pepatah Jawa, yaitu "Kacang ora ninggal lanjaran".

Oleh karena itu, bagi kamu yang sedang menjadi orang tua, lakukanlah hal baik agar kelak anakmu nanti juga melakukan perbuatan yang baik. Jangan sesekali melakukan kejahatan agar anakmu nanti juga terhindar untuk melakukan perbuatan tersebut. 

Baca Juga: Yuk Sadar Diri Yuk! 10 Celotehan Bijak Sentil Kehidupan Anak Muda

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Anoraga Ilafi di IDN Times Community dengan judul 7 Pepatah Bahasa Jawa yang Menganjurkan Kamu agar Tidak Berbuat Jahat

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya