Comscore Tracker

Pakar Harvard: COVID-19 akan Berdampak ke 70 Persen Populasi Dunia

Tetapi besar kemungkinan kehidupan akan berjalan normal

Penyebaran virus Corona sangatlah cepat. Menurut data terakhir, jumlah korban dari penularan virus ini sudah melebihi, bahkan berkali-kali lipat virus SARS, dalam perbandingan jumlah korban, di rentang waktu yang sama sejak pertama diketahui.

Belum lagi ada fakta virus Corona dapat menyebar dalam waktu 15 menit dan berjarak dua meter. Itu berarti, penularannya terbilang sangat mudah.

Tidak salah jika beberapa peneliti memberikan teori akan seperti apakah virus Corona di kemudian hari bagi manusia. Melansir berbagai sumber, berikut ini beberapa teorinya!

1. Virus Corona diperkirakan akan menginfeksi 40 hingga 70 persen populasi manusia

Pakar Harvard: COVID-19 akan Berdampak ke 70 Persen Populasi Dunia112.international

Melansir dari Theweek.com, terdapat pandangan dari epidemiolog asal Harvard University, Marc Lipsitch, bahwa setidaknya virus asal Wuhan ini akan menginfeksi 40 hingga 70 persen populasi manusia dalam waktu satu tahun ini. Dia menganggapnya sebagai penyakit “yang tidak akan bisa ditahan.”

2. Akan tetapi, bukan tidak mungkin mereka yang terinfeksi tetap bisa menjalani hidup normal

Pakar Harvard: COVID-19 akan Berdampak ke 70 Persen Populasi Duniabangkokpost.com

Walaupun memiliki teori mengerikan macam itu, Lipsitch paham tidak semua penderita virus Corona akan memiliki gejala-gejala mematikan tersebut. Malahan beberapa hanya akan seperti mendapatkan flu. Oleh karena itu, besar kemungkinan manusia akan tetap menjalani kehidupannya secara normal walau terkena imbas virus Corona.

Baca Juga: Kontak Dekat, Virus Corona Dapat Menular dalam 15 Menit Sejauh 2 Meter

3. Virus Corona dipercaya mematikan, tapi tidak terlalu mematikan

Pakar Harvard: COVID-19 akan Berdampak ke 70 Persen Populasi Duniaclick2houston.com

Fakta yang didapat hingga sekarang adalah virus Corona memberikan gejala yang bervariasi. Mereka jelas membuat orang sakit, namun di sisi lain tidak terprediksi.

Terdapat data angka yang mengatakan virus Corona telah membunuh lebih banyak daripada Ebola dan SARS, namun tidak dimungkiri juga ada yang selamat dan sembuh dari penyakit ini. Oleh karena itu beberapa ilmuwan menganggap virus Corona merupakan virus yang mematikan, namun tidak terlalu mematikan. Sepertinya bisa diibaratkan dengan penyakit malaria, ya kan?

4. Bukan hanya satu ilmuwan yang memiliki teori menarik tentang virus Corona

Pakar Harvard: COVID-19 akan Berdampak ke 70 Persen Populasi Duniatimesofisrael.com

Statnews.com memberikan tulisan yang berjudul “Experts envision two scenarios if the new coronavirus isn’t contained” atau dua skenario yang terjadi jika virus Corona tidak bisa ditahan. Yang pertama, virus Corona berhasil ditemukan vaksinnya dan akan menjadi ladang bisnis bagi industri kesehatan.

Yang kedua, dan yang terburuk, virus Corona menyebar lebih besar dan tidak didapat penyembuhnya, menyebabkan penyakit dan kematian yang berkepanjangan. Skenario ini jelas tidak diharapkan.

5. Diperkirakan virus Corona akan menjadi umum seperti flu

Pakar Harvard: COVID-19 akan Berdampak ke 70 Persen Populasi Duniazenit.org

Karena efeknya yang bisa bisa tidak memberikan gejala satu pun, banyak orang berpendapat virus baru ini akan mengalami situasi musiman. Seperti musim flu dan demam, namun kali ini akan ditambahkan menjadi musim flu, demam dan COVID-19.

Berharap saja virus ini menjadi penyakit musiman karena itu mengindikasi virus Corona tidak berbahaya atau tidak ditemukan vaksinnya. Jika tidak, maka bersiap-siaplah untuk masuk kembali ke sejarah kelam manusia, saat wabah hitam merajalela dan membunuh jutaan orang.

Baca Juga: Sampai Manakah Progres Pembuatan Vaksin Virus Corona? Ini Faktanya!

Topic:

  • Yogie Fadila

Berita Terkini Lainnya